Archive | November, 2011

Guratan Indah di Mata Mereka

8 Nov

Hari ini, Selasa, 8 November 2011. Kumulai hari ini sejak dini hari tadi dengan merencanakan sepenuhnya apa yang akan kulakukan dari pagi sampai malam ini. Dengan berbekal aplikasi notepad yang ada, kucoba merangkai rute perjalanan dan time schedule agar setiap kegiatan bisa terlaksana dengan baik.

Perencanaan telah berhasil dan kuyakin bisa berjalan dengan baik. Setelah mengurus beberapa administrasi di jurusan. Aku pun memulai sebuah kegiatan yang menjadi kegiatan yang luar biasa, tak sempat terfikir sebelumnya oleh ku, tapi terpikirkan olehnya. Kegiatan yang paling hebat yang kulakukan dibanding kegiatan – kegiatan lain ku hari ini.

Dialah sang masterpiece..

Nanti akan kujelaskan siapakah Dia. Terlebih dahulu kucoba sedikit menuliskan narasi tentang kegiatan hebat hari ini.

Dengan berbekal sepeda motor pinjaman, aku menemani dia ke warung terdekat untuk membeli sekardus air botol mineral dan dilanjutkan ke sebuah warung makanan untuk mengambil pesanan nasi bungkus yang kami order kemarin.  Di warung makanan, kami melakukan penggabungan antara nasi bungkus dan air mineral dalam sebuah kantong plastik dan disimpan di dua kantong plastik yang lebih besar. Dalam jumlah yang lumayan banyak, aku pun mulai memisahkan kantong pertama berada di depan sepeda motor dan yang kedua di belakangku, tepat dipangkuannya.

Yang akan kami lakukan adalah membagikan makanan tersebut ke ‘orang – orang yang kurang beruntung’ agar dapat merasakan makan siang yang berbeda hari ini,nasi bungkus pemberiannya. Perjalanan pun dimulai, kira – kira pukul 11 siang. Dimulai dengan mengikuti jalur Dipati Ukur – Gasibu – Gedung Sate – Riau – Tongkeng (istirahat sebentar karena menunggu hujan reda) – lanjut ke daerah jalan Lombok – belakang Jonas Photo – Jalan Merdeka depan BIP dan berakhir di Jalan Dago (Djuanda). Sepanjang rute tersebut Dia selalu dengan ramah membagikan satu – satu nasi bungkus yang telah ada untuk mereka, dan sepanjang rute itu juga aku mulai merasakan bahwa satu – satu bagian hatiku terhenyak karena begitu banyak orang – orang yang mungkin di saat aku beristirahat kehujanan tadi, masih mendorong gerobak sol sepatunya di jalanan, masih kedinginan di pinggiran jalan dengan perut lapar, masih berpikir untuk menahan lapar dan terus berusaha mengambil botol – botol air kemasan, masih melamun di pinggiran jalan sampai seseorang memintanya untuk mengayuh becaknya dan mengantar sampai tujuan. Segelintir mereka memang kurang beruntung, tapi mereka masih berusaha, setidaknya tetap percaya bahwa jikalau mereka berusaha akan ada pintu rejeki.

Aku hanya bisa terenyuh dan terus mengendarai motor..

Ide ini original datang dari Dia jauh sebelum hari ini. Dia ingin sekali melakukan kegiatan ini dan akhirnya hari ini terwujud. Tidak banyak yang dapat aku lakukan, tapi yang jelas aku sangat mendukung sekali idenya dan berusaha semaksimal mungkin membantu sekuat tenaga. Tidak banyak materi yang bisa diberikan kepada orang yang kurang beruntung di luar sana, tetapi, Dia selalu percaya kita bisa melakukan sesuatu untuk orang lain.

Satu hal yang masih terngiang di kepalaku sampai saat ini adalah bagaimana guratan senyum itu hadir di wajah mereka sewaktu kami membagikan makanan tersebut. Guratan ikhlas penuh kebahagiaan kecil yang sampai sekarang membuatku bangga bahwa aku telah menemani seseorang untuk berbuat baik. Jauh didasar hatiku, aku bertekad untuk terus melakukan yang terbaik dan terus berbuat baik dalam menjalani kehidupanku sebagai hamba ALLAH SWT. Guratan itu kuanggap sebagai hal terindah yang pernah kusaksikan seumur hidupku.

Terima kasih telah mengajakku untuk melaksanakan ide hebatmu. Hari ini begitu berarti bagiku.

————————————————————————————————————————-

Siapakah sang masterpiece?

Dia bernama Dinda Husna. Dia hanyalah seorang manusia biasa yang hidup sederhana dan datang dari keluarga yang hebat. Kekuatannya berasal dari kepeduliannya, Idenya berasal dari niat tulus yang datang dari hati, dan keberhasilannya berasal dari do’a keluarganya.

“Semoga berkah ya dek sarjananya dan semoga kegiatan – kegiatan berikutnya juga diberkahi ALLAH SWT, belum ada yang memesan nasi bungkus untuk niat ini sebelumnya”, seru Ibu warung penjual makanan.

Iya, ide hebat ini adalah nazar dari Dinda Husna, jika beliau berhasil menamatkan pendidikan sarjananya.

Menurutku, tak banyak yang akan berpikir dan merealisasikan tentang ide ini untuk nazar kelulusannya, even untuk saya pribadi.

Dialah Dinda Husna, yang dengan semangatnya selalu berbuat yang terbaik dan selalu peduli.

Bandung, 8 November 2011

Almendo Rafki

InsyaAllah November

2 Nov

Tulisan ini saya buat di awal bulan November 2011,di kota Bandung yang sedang sering hujan.

Banyak harapan yang ingin dicapai, entah esok hari entah bulan depan entah setahun kedepan atau dalam tempo yang lebih lama lagi.

Hari ini, ku tak lagi ke kampus untuk menghadiri kuliah ataupun ke laboratorium untuk mengerjakan serangkaian eksperimen.

Hari ini ku sadar bahwa ada jalan lain yang harus ditempuh.

November 2011, aku berharap telah mendapatkan kabar yang berbahagia sebelum tahun 2011 berakhir.

Aku ingin segera bekerja di tempat yang terbaik

Tempat yang bisa meningkatkan performa dan menumbuhkembangkan potensi

Tempat bekerja sekaligus berkarya

Tempat yang bisa membuatku mengerti tentang kehidupan lain yang mungkin jauh dari zona kampus yang nyaman selama ini

Tempat yang bisa membuatku mengerti tentang hidup.

InsyaAllah jika ALLAH SWT yang maha besar memberikan kasih sayangnya, Bulan November 2011 akan menjadi perjuangan tersendiri bagiku, semoga menjadi bulan pembelajaran yang diberkahi oleh ALLAH SWT.


                    
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.